Pintar-Pintar Ber-Jejaring Sosial

Media sosial diibaratkan seperti pisau bermata dua. Bila digunakan dengan bijaksana, selektif dan bertanggung jawab, jejaring sosial dapat bermanfaat, tetapi bila digunakan dengan tidak bertanggung jawab, media sosial dapat mendatangkan masalah. Apa yang dilakukan remaja tersebut merupakan bentuk ekspresi tidak bertanggung jawab di jejaring sosial.

Dengan adanya jejaring sosial, kini kaum muda lebih mudah mengungkapkan ekspresinya. Bahagia, sedih, kesal, marah, sangat mudah diekspresikan kemudian diketahui orang banyak. Bila dibandingkan dengan dahulu orang mengekspresikan perasaanya kepada orang terdekatnya atau buku diary. Kini ekspresi bisa diungkapkan ke banyak orang secara serentak dan jauh lebih mudah. Tentu dengan bantuan jejaring sosial.

Dr. Jim Taylor dari University of San Fransisco mengungkapkan dampak negatif dari ketergantungan jejaring sosial. Menurutnya, jejaring sosial bisa dianggap sebagai pencipta depresi bagi penggunanya. Terus timbulnya kebutuhan atau keinginan untuk menunjukan diri di jejaring sosial mengakibatkan kelainan psikis dan perilaku buruk lainnya.

Karena ingin mempertunjukan dirinya lewat media sosial Path, remaja tersebut memperlihatkan sikap buruk sombong, egois dan tidak memiliki empati melalui ekspresinya. Sontak para pengguna media sosial lainnya mengecam ekspresi remaja tersebut. Bukannya citra positif yang remaja itu dapatkan, melainkan citra buruk yang tersebar.

Pengguna jejaring sosial yang adiktif dinilai tidak memiliki kontrol diri. Sikap buruk tidak empati remaja tersebut juga bisa timbul karena kecanduan jejaring sosial yang akut. Remaja dapat bersikap egois, tidak peduli dengan lingkungan sekitar karena waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk menggunakan jejaring sosial. Lebih senang berekspresi di dunia maya dibandingkan dalam dunia nyata.

Sebenarnya, jejaring sosial dibuat untuk memperluas jaringan. Banyak dampak positif yang bisa didapat dari menggunakan jejaring sosial seperti menambah informasi, tempat berbagi, tempat menambah teman dan masih banyak lainnya. Ya, seperti yang sebelumnya dikatakan, jejaring sosial ibaratkan pisau bermata dua. Bila kita dapat bertanggung jawab, mengontrol diri dan lebih bijaksana, jejaring sosial dengan sendirinya memberikan manfaat bagi kehidupan kita. Nah, jadi kita pintar-pintar menggunakan jejaring sosial, yuk.

Share this post